Halaman

S-Campur

S-Campur

Rabu, 05 Juni 2013

Etika Berkendara Untuk Pengendara Sepeda Motor



Etika Berkendara Untuk Pengendara Sepeda Motor
Etika berkendara itu perlu, tujuannya adalah untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan orang lain. Demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang belum beretika, kalau belum kejadian belum jera. Siapapun pasti tidak akan pernah mengharapkan celaka. Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri.
Adapun tips2 untuk meminimalkan kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara seperti celaka dan mencelakan orang lain adalah:
- Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan.
- Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari tune up, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, zign, rantai, busi, BBM dan surat-surat (SIM & STNK).
- Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng
- Memakai kacamata UV di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.
- Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.
- Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.
- Untuk menyeberang, pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.
- Perjalanan di kota, kecepatan tidak lebih dari 60km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita/orang tua.
- Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 Orang).
- Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.
- Nyalakan lampu utama walau siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.
- Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan. Kita tidak pernah tau dan tidak pernah mau celaka, tetapi kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik Kepolisian tetapi milik kita semua agar selamat sampai tujuan.
sumber: TMC Polda Metro




Etika Dalam Berkendara di Jalan Raya
Ketika berkendara, terkadang Anda akan sedikit merasa kesal karena berbagai alasan. Kekesalan tersebut bisa saja muncul karena ada pengendara yang menyalip kendaraan Anda dengan cara berbahaya atau mungkin karena kendaraan-kendaraan umum yang berhenti mendadak di tengah jalan untuk menaikkan/menurunkan penumpang.
Dalam berkendara di lalu lintas ibukota memang diperlukan tingkat kesabaran yang tinggi. Selain karena seringnya Jakarta dilanda macet karena berbagai alasan, juga masih cukup banyak pengendara-pengendara motor dan mobil yang belum mengerti etika berkendara di jalan umum.
Oktomagazine sempat merangkum beberapa etika bagi para pengendara kendaraan, baik mobil ataupun motor, agar bisa terhindar dari kecelakan yang membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.

Gunakan helm
Seringkali kita melihat para pengendara sepeda motor enggan untuk mengenakan helm. Banyak alasan yang melatarbelakangi keengganan tersebut. Mulai dari hawa panas, sampai jarak tujuan yang dekat. Namun, kecelakaan bisa terjadi kapan pun dan dimana pun.
Kepala adalah bagian tubuh terpenting. Kecelakaan yang terlihat remeh pun bisa mengakibatkan Anda mengalami gegar otak ringan hingga gegar otak berat dan akan mempengaruhi kesehatan Anda ke depannya. Jadi, lindungilah “harta paling berharga” Anda tersebut. Mulai kenakan helm bila Anda mengendarai sepeda motor kemana pun juga.

Jangan merokok dan menggunakan ponsel
Saran ini berlaku, baik untuk pengendara sepeda motor ataupun pengendara mobil. Pada dasarnya, otak manusia secara umum tidak dapat melakukan dua tugas sekaligus. Merokok atau menggunakan ponsel ketika berkendara mempunyai tingkat bahaya yang cukup tinggi, karena otak kita dipaksa untuk berkonsentrasi memperhatikan jalan, sekaligus melakukan tugas lainnya. Hasilnya akan cukup fatal.
Telah banyak kecelakaan terjadi akibat melakukan dua hal tersebut selagi berkendara. Jadi, bila Anda ingin merokok atau menggunakan ponsel, menepilah sesaat dan selesaikan kegiatan Anda. Kehilangan waktu tiga hingga sepuluh menit bukanlah perkara yang serius bila menyangkut keselamatan Anda.

Ikuti dan taati Lajur yang sudah disediakan
Kerap kita menemukan beberapa pengendara (biasanya pengendara motor) yang mengendarai kendaraannya melawan arus. Terkadang juga kita melihat kendaraan yang berputar di putaran u-turn yang tidak pada tempatnya. Hal ini cukup berbahaya karena bisa saja dari arah berlawanan, Anda akan tertabrak kendaraan lain yang melaju.
Selalu hindari aktivitas tersebut. Ikutilah lajur dan jalur yang telah ditetapkan.
Taati Rambu-rambu lalu lintas
Rambu-rambu yang dipasang di pinggir jalan bukanlah alat untuk menghias jalanan kota. Kenali dan patuhilah rambu-rambu tersebut. Selain bisa berakibat fatal, Anda juga akan menyebabkan terhambatnya para pengendara lain dan bisa mengakibatkan kemacetan.

Selalu berikan “tanda” ketika akan berhenti, berbelok, dan menyalip
Tanda di sini bisa berarti membunyikan klakson atau menyalakan lampu sein dan lampu beam (lampu jauh) kendaraan Anda ketika akan berbelok. Membunyikan klakson bermanfaat untuk memberikan tanda kepada kendaraan lain dari arah berlawanan, sehingga mereka bisa berhenti atau memberikan Anda jalan.
Jangan lupa untuk menyalakan lampu sein. Dengan menyalakan lampu sein, Anda akan memberikan tanda kepada pengemudi di belakang Anda agar mengurangi kecepatan dan menghindari kecelakaan

Selalu dahulukan kendaraan sebelah kanan
Bila Anda melihat sebuah kendaraan yang keluar dari belokan sebelah kanan, maka Anda wajib untuk memberikan kesempatan kepada kendaraan tersebut untuk jalan terlebih dahulu.
Sabar ketika menghadapi lampu merah

Bila Anda perhatikan, banyak dari kendaraan di jalan raya sering kali tidak sabar menunggu. Ketika lampu lalu lintas masih berwarna merah, tak sedikit dari pengendara (sepeda motor atau mobil) untuk langsung menekan pedal gas ketika mengetahui bahwa lampu lalu lintas dari jalur lain telah berubah menjadi merah.
Berusahalah untuk menjadi lebih sabar. Lampu pengatur lalu lintas bukanlah salah satu alat untuk menerangi jalan raya. Lampu tersebut dibuat untuk memberikan tanda sehingga Anda tidak mengalami kecelakaan di persimpangan jalan.

Mengalah
Mengalah di sini dalam arti memperlambat kecepatan ketika ada kendaraan yang ingin menyalip maupun melintas di depan kendaraan kita. Anda sebaiknya mengalah ketika ada kendaraan-kendaraan yang akan memasuki jalan.
Berikut adalah daftar (tidak secara urut) kendaraan-kendaraan yang wajib anda dahulukan:
  • Kendaraan Ukuran Besar
  • Kendaraan Ukuran Sedang
  • Kendaraan Ukuran Kecil
  • Kendaraan Roda Dua
  • Pejalan Kaki

Tips Kendarai Sepeda Motor Saat Hujan
Musim hujan saat ini menjadi "momok" bagi pengendara sepeda motor. Ketika menghadapi kondisi itu, yang pasti perjalanan tidak nyaman dan tidak lancar. Apalagi sampai mengalami mogok, ke tempat tujuan pun jadi terlambat.

Berikut adalah beberapa petunjuk atau tips untuk berkendara dalam situasi hujan, yang intinya tidak mengubah gaya Anda.

Kaca helm bening

Sebelum jalan, pastikan jaket sudah tersedia di bagasi. Sebaiknya pergunakan model setelan (celana dan baju) bukan terusan seperti jubah. Kemudian kenakan sarung tangan anti-hujan (terbuat dari bahan kulit) dan sepatu yang telapaknya tidak licin, sehingga lancar saat pengoperasian tuas persneling dan menginjak pedal rem.

Pergunakan helm full-face (kepala tertutup) bukan model half-face yang bisa membasahi muka dan busanya jadi basah dan lembab. Pelapis kaca juga wajib dilepas agar pandangan menjadi jernih.

Setelah perlengkapan pada badan, pastikan kondisi sepeda motor dalam keadaan baik. Periksa jarak tekan pedal rem (belakang) tidak terlalu jauh, termasuk juga handle rem depan.

Ketika berkendaraan di jalan licin, perhatian utama pada kendaraan adalah traksi. Karena, umumnya pengedara tidak mengetahui berapa kuat daya cengkeram ban, baik saat mengerem atau bermanuver di tikungan.
Pemilik sepeda motor harus mengetahui kondisi kedua ban. Jika kondisi kembangan ban tinggal 50 persen, jangan melakukan pengereman dengan keras dan menikung dengnan kecepatan tinggi.

Santai dan fokus

Saat berkendara, sebaiknya santai dan fokus. Jangan sekali-sekali kedua kaki lepas dari pedal (menggantung karena jaga-jaga bila kendaraan terguling). Lalu, letakan jari-jari kaki pada pedal, tujuannya untuk mengontrol bila terjadi sesuatu.

Kontrol dan teknik

Berkendaraan saat hujan, kuncinya fokus pada kecepatan dan perubahan arah, kemudian pengereman serta buka-tutup pedal gas. Menaik-turunkan gigi persneling lakukan dengan halus dan jaga putaran mesin.

Begitu juga mengerem. Bila dilakukan dengan keras, kendaraan bukannya cepat malah lama baru berhenti. Hati-hati bila menggunakan rem depan (sebisanya tidak digunakan) di jalan licin, apalagi kecepatan di atas 50 km/jam kala menikung pula.

Nah, dengan petunjuk ini, semoga perjalanan Anda jadi nyaman saat hujan.
(wandinews.com/ autoevolution/ andreas@oktomagazine.com)
Jika Motor Jadi Sahabat

Sepeda motor seolah menjadi salah satu alat transportasi wajib di Jakarta. Dihadapkan dengan tingkat kemacetan yang terus-menerus meningkat di hampir potongan jalanan, sepeda motor menjadi andalan untuk menghindari hal tersebut. Namun, banyak dari pengendara sepeda motor yang belum mengetahui bagaimana cara mengendarai sepeda motor dengan aman.
Berikut adalah beberapa tips yang mungkin akan bermanfaat untuk berkendara di kota Jakarta.
“Menyatu” dengan motor Anda
Anda tidak sekedar mengendarai sepeda motor Anda, namun Anda harus benar-benar “menyatu” dengannya. Banyak kecelakaan sepeda motor terjadi karena para pengendara tersebut tidak mengerti bagaimana mengendalikan sepeda motor yang mereka bawa pada saat itu. Kurangnya pengetahuan si pemilik pada sepeda motornya sendiri bisa berakibat fatal.
Jangan memainkan gas
Ketika sepeda motor sedang dalam keadaan berhenti total, sebaiknya Anda tidak memainkan gas dari sepeda motor. Selain membuat orang lain merasa terganggu, apalagi jika Anda telah melakukan modifikasi knalpot, aktivitas tersebut akan membuat bahan bakar sepeda motor Anda menjadi boros.
Perhatikan posisi berkendara
Bila Anda berkendara di jalan-jalan protokol ataupun di jalan kecil, usahakan untuk tidak memposisikan diri Anda di antara tembok pembatas atau trotoar dan mobil. Seringkali, Anda tidak mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan diri bila mobil tersebut melakukan sebuah gerakan tiba-tiba.
Berikan lampu tambahan
Berikan lampu tambahan di bagian belakang sepeda motor Anda. Selain variasi, lampu tersebut bisa berfungsi sebagai penanda bahwa Anda tengah berada di jalan. Namun, tambahkan lampu tersebut seperlunya saja. Jangan sampai menganggu pengemudi kendaraan lain. Usahakan jangan menggunakan lampu berwarna putih di bagian belakang, karena akan membuat silau pengendara di belakang Anda dan dapat menyebabkan kecelakaan.
Kenakan jaket fluorescent
Selain menjaga agar tubuh Anda dari angin, jaket juga bisa membantu para pengemudi lain untuk mengetahui dimana posisi Anda. Kenakan jaket yang telah dilengkapi garis-garis atau warna yang bisa memantulkan cahaya, sehingga pengendara di belakang Anda bisa menyadari keberadaan Anda.
Berkendara saat hujan deras
Bagaimanakah mengendarai sepeda motor dengan aman ketika terjadi hujan deras dan disertai angin kencang? Jawabannya: Anda tidak mengendarainya. Jangan mengundang resiko. Bila terjadi hujan deras, sebaiknya Anda segera mencari tempat berteduh. Namun satu hal yang perlu diingat, jangan berteduh di bawah jembatan, karena akan membuat kemacetan dan mengganggu pengendara lain.
Semakin kecil, semakin baik
Banyak yang berpendapat bahwa sepeda motor besar akan terlihat semakin gagah. Namun, ukuran adalah segalanya, terutama di kota Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya di segala tempat. Sepeda motor berukuran kecil mempunyai keunggulan yang berlipat ganda, terutama untuk menghindari simpul-simpul kemacetan. Dengan sepeda motor kecil, Anda akan dengan mudah mencari jalan-jalan alternatif untuk menghindari macet dan sampai ke tempat tujuan dengan tepat waktu.
First thing first
Di luar kemampuan dan keahlian Anda dalam mengendarai sepeda motor, selalu lindungi bagian terpenting dari tubuh Anda. Selalu kenakan helm pelindung, sedekat apa pun jarak yang akan Anda tempuh dengan sepeda motor Anda.
(hubpages.com/ motorcyclistonline.com/ andreas@oktomagazine.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar